Selasa, 06 Maret 2012

2013 Zaman Es kembali

Tahun 2013 Bumi Terancam Masuki Jaman Es | Para ilmuwan memprediksi bahwa aktivitas matahari akan berkurang pada tahun tahun mendatang dan puncak dari rendahnya aktivitas matahari terutama pada tahun 2013. akibat dari hal tersebut maka pencahayaan terhada bumi akan berkurang dan bumi akan terancam memasuki jaman es. Little Ice Age adalah dimana sebagian wilayah bumi akan mendapatkan cuaca dingin yang sangat ekstrem, seperti terjadi di negara negara Eropa beberapa waktu yang lalu. Bumi akan terancam mengalami jaman es kembali pada tahun 2013 jika aktivitas matahari terus mengalami penurunan




Bumi diprediksi akan masuk 'Little Ice Age' atau zaman es baru di tahun mendatang akibat rendahnya aktivitas matahari, demikian yang diungkapkan para peneliti.

Fenomena Aktivitas bintik pada matahari, yang diikuti siklus setiap tahunan, akan mencapai puncaknya pada tahun 2013, setelah itu akan mulai sedikit berkurang. Tapi astronom berpikir kenaikan berikutnya akan kurang intensif dari normal, atau bisa gagal terjadi sama sekali.

Dilansir melalui Telegraph, Kamis (16/6/2011) selama beberapa dekade, Eropa mengalami musim dingin yang luar biasa sangat sering, dan waktu tersebut kemudian disebut Little Ice Age. Meskipun tidak ada bukti konklusif yang saling mempengeruhi satu sama lain, banyak ilmuwan mempercayai hal itu.

Bintik matahari adalah lubang kecil gelap di permukaan matahari, yang disebabkan oleh area kecil dari aktivitas magnetik kuat yang mengganggu aliran normal gas yang dipanaskan secara intens.

Paradoksnya ketika ada bintik matahari yang lebih besar, secara keseluruhan hasil dari matahari yang disebut radiasi matahari total atau total solar irradiance (TSI) yang juga tinggi.

Frank Hill, dari National Solar Observatory di New Mexico, yang bekerja pada salah satu studi, mengatakan, "Fakta bahwa ada tiga baris yang terpisah dari semua bukti menunjuk ke arah yang sama sangat menarik."

Tapi Joanna Haigh profesor fisika atmosfer di Imperial College London, mengatakan, “ pemanasan global bisa menimpa efek pendinginan pada iklim bumi.” Ia juga menambahkan.

Selama waktu itu suhu di barat laut eropa hampir 1 derajat Celcius lebih rendah dari normal, dan sekitar 0.5 derajat Celcius lebih rendah dari rata-rata global.

Namun, ia pun mengingatkan, "Bahkan jika prediksi benar, efek pemanasan global akan melampaui kemampuan matahari untuk mendinginkan bahkan dalam skenario paling dingin. Dan dalam hal apapun, efek pendinginan hanya terjadi sementara. Ketika aktivitas matahari kembali normal, maka gas rumah kaca tidak akan pergi," tandasnya.(techno.okezone.com)

Tidak ada komentar: